Sabtu, 22 Oktober 2016

Fokus terhadap ketercapaian tujuan

alon-alon waton kelakon
"Alon-alon waton kelakon"

Kalimat di atas adalah salah satu prinsip hidup yang sangat melekat pada pribadi masyarakat Jawa dan begitu pula bagi orang lain diluar masyarakat Jawa, sehingga membuat prinsip hidup tersebut di atas menjadi predikat bagi seorang yang berasal dari masyarakat Jawa meskipun dia sudah tidak tinggal di Jawa. 

Pada kesempatan ini saya akan mencoba untuk memberikan pengertian dari falsafah atau prinsip hidup "alon-alon waton kelakon" tersebut menurut yang saya pahami sebagai seorang yang terlahir di dalam masyarakat Jawa. Dengan kalimat ini orang Jawa ingin mengajarkan bahwa dalam mengerjakan segala hal harus fokus pada ketercapaian tujuan/goals yang sudah ditetapkan (waton kelakon). Dalam bahasa Jawa kata "alon-alon" memang berarti pelan-pelan, tetapi dapat juga berarti hati-hati ataupun tidak terburu-buru. Titik berat dari kalimat dalam prinsip hidup ini adalah tercapainya tujuan (kelakon) bukan pelan-pelan nya (alon-alon), dan mengapa dituliskan demikian karena ungkapan tersebut sebenarnya adalah kondisi terburuknya "meskipun pelan yang penting tujuannya harus tercapai", sehingga jangan disalah artikan bahwa orang Jawa menganjurkan untuk berlambat-lambat dalam bekerja. Jadi anggapan bahwa orang Jawa itu lambat dalam bekerja karena kalimat ungkapan prinsip hidup tersebut adalah tidak benar. Dalam kata alon-alon pada kalimat tersebut terkandung juga makna tentang kehati-hatian dalam bertindak serta penuh pertimbangan yang matang sehingga pada saat melakukan pekerjaan tersebut dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan dan tidak harus trial and error karena sudah dipertimbangkan dengan matang. Dalam bahasa Jawa kata "alon-alon" memang berarti pelan-pelan, tetapi dapat juga berarti hati-hati ataupun tidak terburu-buru.

Sebenarnya untuk memaknai sebuah falsafah hidup di kehidupan orang Jawa tidaklah semudah mengartikan sebuah kalimat, tetapi harus juga dilihat dari sisi pola pemikiran dan pola kehidupan serta budaya yang ada di dalam kehidupan masyarakat Jawa. Prinsip hidup ini sudah begitu mengakar di dalam kehidupan masyarakat Jawa dan prinsip ini adalah salah satu prinsip yang saya kagumi dari kearifan hidup mereka.

Diakhir tulisan ini saya berharap bahwa sahabat yang sempat membaca tulisan ini dapat memaknai ungkapan falsafah hidup ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penciptanya. Apabila ada sesuatu yang kurang berkenan tentang tulisan ini saya mohon maaf dan saya juga mengharapkan masukan dan pendapat dari para sahabat agar saya dapat menambah wawasan tentang falsafah hidup alon-alon waton kelakon.

2 komentar:

  1. Artikel yang bagus Pak Ignatius Widaryatno. Falsafah jawa memang banyak sekali makna dan hikmahnya.

    Lama gak baca dan belajar lagi falsafah2 jawa, sampai terkadang lupa juga dengan bahasa aslinya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Saifullah Indra sudah berkunjung, saya juga sedang mencoba untuk mengingat dan menuliskannya pak, semoga saja dapat berguna

      Hapus