Kamis, 27 Oktober 2016

4 Sifat Seorang Ksatria Berdasarkan Pepatah Jawa

Nglurug tanpa bala, sekti tanpa aji, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa bandha
"Nglurug tanpa bala, sekti tanpa aji, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa bandha"


Dalam tulisan ungkapan di atas, menurut pendapat saya adalah gambaran dari jiwa seorang ksatria, sehingga untuk tulisan yang akan saya bagikan ini diberikan judul "4 Sifat Seorang Ksatria Berdasarkan Pepatah Jawa".

Kalimat ungkapan di atas merupakan empat buah ungkapan yang mempunyai arti yang hampir sama tetapi dalam konteks yang berbeda. Apabila kita cermati dari masing-masing frase dalam kalimat tersebut, maka akan kita lihat bahwa makna dari kata-kata yang ada saling bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Marilah kita bahas satu per satu frase dalam kalimat ungkapan di atas.

Nglurug tanpa bala
Dalam frase "nglurug tanpa bala", arti kata glurug adalah datang dengan membawa rombongan orang banyak atau membawa pasukan dengan tujuan untuk berperang. Sedangkan kata tanpa bala berarti tidak membawa pasukan ataupun teman. Jadi frase di atas dapat kita artikan bahwa seseorang yang menghadapi segala sesuatu sendirian tanpa bantuan orang lain. Prinsip hidup yang ingin disampaikan dan diajarkan dalam ungkapan ini adalah tentang keberanian di dalam kehidupan ini untuk bertanggung jawab dan mandiri dalam menjalani dan menghadapi segala permasalahan yang ada tanpa harus mengharapkan atau bahkan mengandalkan orang lain (orang tua, saudara, teman dan yang lainnya).

Sekti tanpa aji
Sekti atau sakti yang dimaksud adalah sebuah kemampuan yang melebihi dari kemampuan orang-orang biasa, dan dalam hal ini kemampuan yang berhubungan dengan kanuragan, bela diri, ataupun kemampuan mistis/supranatural. Tanpa aji yang dimaksud adalah tanpa ilmu bela diri atau ilmu mistis tertentu dan juga dapat diartikan tidak menggunakan barang berupa pusaka, sehingga boleh dikatakan bahwa seseorang itu mampu lebih dari kemampuan orang biasa dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya sendiri. Ajaran yang disampaikan adalah tentang bagaimana kita memberdayakan segala sesuatu yang ada di dalam diri kita sehingga kita mempunyai kemampuan yang lebih untuk menjalani hidup tanpa mengandalkan kekuasaan atau jabatan untuk menghadapi semua permasalahan hidup yang ada.

Menang tanpa ngasorake
Arti dari kata ngasorake adalah merendahkan atau mengalahkan. Dalam istilah saat ini yang boleh dikatakan sepadan dengan ungkapan Jawa tersebut adalah "win-win solution" yang artinya dua belah pihak merasa menang atau diuntungkan. Ajaran yang ingin disampaikan adalah bagaimana kita mencapai tujuan kita tanpa membuat orang lain merasa dirugikan ataupun direndahkan, dan prinsip hidup ini merupakan salah satu prinsip hidup yang mendasar bagi masyarakat Jawa sehubungan dengan prinsip tepo seliro. Baca juga: Tenggang rasa (tepo seliro)

Sugih tanpa Bandha
Kata sugih dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kaya atau berkecukupan, sedangkan tanpa bandha terjemahannya adalah tanpa harta benda. Dalam frase inipun arti katanya juga bertolak belakang karena kaya adalah identik dengan mempunyai harta benda yang banyak sedang kata yang lainnya mempunyai arti tidak punya harta benda. Maksud dari ungkapan ini adalah: dalam kehidupan ini harta benda bukanlah segala-galanya, karena memiliki harta benda yang banyak sekali pun tidak akan menjamin ketenteraman dan kebahagiaan hidup ini. Ajaran yang ingin disampaikan adalah untuk mencapai kebahagiaan hidup, kita tidak harus mengandalkan harta benda semata tetapi juga harus kaya di dalam hal yang lainnya juga, misalnya kita kaya dalam hal teman yang banyak, pengetahuan yang banyak, kebaikan yang banyak dan lain sebagainya di luar harta benda.

Sahabat, pemahaman saya barulah sebatas apa yang sudah ditulis di atas tentang ungkapan glurug tanpa bala, sekti tanpa aji, menang tanpa ngasirake, sugih tanpa bandha. Adapun jawaban mengapa saya memberikan judul tulisan ini  4 Sifat Seorang Ksatria Berdasarkan Pepatah Jawa? Karena seorang ksatria itu harus mempunyai keberanian dan tanggung jawab, mempunyai kemampuan dalam dirinya untuk mencapai tujuan, mempunyai sifat yang luhur dan tidak merendahkan orang lain serta tepo seliro dan juga kaya akan pengetahuan, kebaikan serta hal yang baik lainnya. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat bermanfaat, terima kasih.

Tonton juga video kumpulan pepatah Jawa yang lainnya:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar