Senin, 31 Oktober 2016

Kesuksesan itu butuh pengorbanan

"Jer Basuki Mawa Bea"

Jer basuki mawa bea

Setiap orang pastilah menginginkan keberhasilan dan kesuksesan dalam hidupnya, entah itu dalam hal rumah tangga, penghasilan, karir, bisnis dan lain sebagainya. Untuk mencapai kesuksesan, kita juga pasti tahu bahwa hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi dibutuhkan kerja keras, konsistensi, pembelajaran dan lain sebagainya.

Ungkapan dari Bahasa Jawa  jer basuki mawa bea dapat diartikan untuk meraih kesuksesan pastilah dibutuhkan pengorbanan. Pengorbanan untuk mencapai suatu kesuksesan ini banyak hal yang tercakup di dalamnya, misalnya saja di dalam meraih keberhasilan dalam bidang pendidikan atau sekolah pastilah dibutuhkan waktu untuk rutin dan konsisten dalam belajar. Konsisten dan selalu meluangkan waktu dalam belajar adalah sebuah pengorbanan, kenapa bisa disebut sebagai pengorbanan? Karena belajar adalah sesuatu yang kurang menyenangkan dibandingkan apabila kita meluangkan waktu untuk kesenangan kita misalnya bermain dengan teman, jalan-jalan dan lain sebagainya. Apabila kita mengesampingkan sesuatu yang menyenangkan untuk melakukan sesuatu yang tidak kita sukai itulah sebuah pengorbanan.

Arti kata pengorbanan dalam hal ini adalah memberikan atau merelakan sesuatu yang berharga (barang ataupun jasa) atau menyenangkan secara sadar dan iklas tanpa mengharapkan imbalan ataupun atas dasar perjanjian dari pihak-pihak lain tersebut atau dapat juga disebut sebagai pemberian sukarela/tanpa paksaan. Pengorbanan biasanya dilakukan atas dasar suatu kepercayaan kepada Tuhan atau berdasarkan kasih kepada orang lain atau dapat juga karena tanggung jawab.

Apakah sebenarnya yang ingin diajarkan dan disampaikan dalam ungkapan Bahasa Jawa di atas? Yang ingin disampaikan adalah dalam hidup di dunia ini tidak ada sesuatu hal yang menyenangkan, membahagiakan, membanggakan dan lain sebagainya yang bisa diperoleh dengan berpangku tangan saja. Hal ini diungkapkan untuk mendidik masyarakat untuk tidak bermalas-malasan serta setiap orang harus selalu berusaha keras dan bahkan melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk mencapai hal-hal yang diinginkannya ataupun kesuksesan hidup, baik itu kehidupan pribadi ataupun kehidupan di dalam suatu kelompok/masyarakat.

Ungkapan ini biasanya dituturkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebuah pengajaran secara tidak langsung oleh orang tua kepada anaknya secara turun temurun dan diharapkan bahwa nilai-nilainya dapat diaplikasikan dalam setiap sendi kehidupan setiap pribadi dari masyarakat yang ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar