Sabtu, 12 November 2016

Sebuah Nasehat tentang Untung Rugi

mburu uceng kelangan deleg
"mburu uceng kelangan deleg"

Sebelum kita melangkah kedalam makna dan tujuan dari ungkapan Jawa tersebut di atas maka sebaiknya kita lihat satu per satu arti dari kata-kata yang terkandung di dalamnya. Artinya adalah sebagai berikut:
Mburu, dapat diartikan sebagai mengejar, mencari
Uceng, adalah ikan kecil tidak bersisik yang besarnya hanya kurang lebih sebesar jari kelingking orang dewasa dan bentuknya hampir mirip ikan gabus. Ikan ini biasanya hidup di sungai yang tidak terlalu dalam dengan air yang mengalir.
Kelangan, dapat diartikan sebagai kehilangan
Deleg, adalah nama sebutan dari ikan gabus dalam ukuran yang besar
Kalau kita artikan secara harafiah dalam satu kalimat maka artinya adalah "mengejar ikan uceng kehilangan ikan gabus besar". Adapun sebagai ungkapan dapat diartikan mengejar sesuatu yang kecil tetapi kehilangan sesuatu yang besar.

Di dalam ungkapan Jawa tersebut terdapat dua buah makna yang terkandung di dalamnya. Makna yang pertama adalah pada saat kita mealakukan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang kecil tetapi pada akhirnya kita harus kehilangan sesuatu yang besar yang sudah kita miliki. Dalam makna yang pertama ini biasanya ditujukan untuk hal-hal yang berhubungan dengan harta. Sebagai contohnya, mungkin ada rekan pembaca yang masih ingat pada saat terjadinya booming tanaman anthurium, betapa orang sangat tergiur untuk ikut dalam bisnis tanaman tersebut untuk mendapatkan keuntungan jual beli tanaman dengan harga yang tidak masuk akal tersebut. Saya pernah mendengar cerita, ada seseorang yang pada awalnya sekedar iseng untuk ikut jual beli dalam skala kecil-kecilan dan ternyata memang mendapat untung. Kemudian orang tersebut memutuskan untuk menjual beberapa ekor sapinya untuk membeli tanaman tersebut dengan harapan akan mendapatkan penghasilan tambahan yang lebih besar lagi dari selisih jual beli tanaman anthurium tersebut. Akan tetapi yang namanya tren atau booming biasanya hanya bersifat sementara dan akhirnya hilang atau berganti dengan tren yang lainnya, sehingga si orang yang menjual sapinya tadi untuk dibelikan tanaman anthurium akhirnya malah menderita kerugian yang besar akibat harapannya mendapatkan tambahan penghasilan.

Makna yang kedua adalah memprioritaskan sesuatu yang kecil tetapi kehilangan sebuah kesempatan yang besar. Pernahkah di dalam kehidupan yang sudah kita lewati mengalami kehilangan kesempatan yang besar dikarenakan sesuatu hal yang kecil? Mungkin ada yang pernah mengalami dan ada juga yang belum pernah mengalaminya. Sebenarnya banyak contoh mengenai hal ini di dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh sederhana misalnya; pada suatu malam ada sebuah acara/film di televesi yang sangat kita sukai sehingga kita menontonnya sampai larut malam, sedangkan kita tahu bahwa keesokan harinya kita mempunyai sebuah janji bisnis atau meeting dengan orang lain yang cukup penting sehingga kitatidak boleh terlambat datang. Setelah selesai menonton acara televisi sampa[ tersebut barulah kita beranjak ke tempat tidur untuk beristirahat. Pada pagi harinya, karena kita kurang tidur dan biasanya kurang tidur mengakibatkan daya konsentrasi dan ingatan turun drastis dan penampilan pun kurang segar sehingga pada saat bertemu untuk meeting dan membahas hal-hal yang penting, kita tidak dapat memberikan sesuatu yang seharusnya mampu kita berikan apabila kondisi kita dalam keadaan normal/fresh. Pada kondisi tersebut pastilah kita kehilangan banyak hal yang dapat berdampak buruk terhadap diri kita, misalnya saja kita dianggap tidak mampu, kurang persiapan, tidak menguasai materi yang dibahas, tidak bersemangat dan lain sebagainya yang bahkan dapat menggagalkan tujuan kita dalam pertemuan tersebut. Akibat yang kita terima tersebut semata-mata karena kita kurang tidur dan lebih memprioritaskan hal kecil (menonton acara televisi) dibanding dengan persiapan untuk meeting keesokan harinya.

Contoh pada paragraf di atas mungkin sering terjadi dalam kehidupan, baik hal tersebut kita sadari ataupun tanpa kita sadari. Maksud dari ungkapan Jawa tersebut diatas bertujuan untuk selalu mengingatkan masyarakat agar selalu memprioritaskan hal-hal yang lebih besar daripada memprioritaskan hal-hal kecil walaupun untuk melakukannya harus mengalahkan kesenangan kita sendiri. Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai ungkapan Jawa mburu uceng kelangan deleg, terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar